Jalan Bersama
Berbeda dari biasanya, tahun ini Panitia Kampanye Peduli Autisme 2010 mencanangkan acara akbar: JALAN BERSAMA PEDULI AUTISME 2010.
Acara yang rencananya diadakan Minggu 11 April 2010 pukul 06.30WIB ini bermaksud untuk “memberikan pernyataan kepada masyarakat Indonesia bahwa masalah ini ADA, NYATA, dan BANYAK” sehingga Panitia berusaha menggalang peserta sebanyak mungkin untuk bersama-sama berjalan secara damai dan tertib dari bunderan Monas menuju bunderan HI.
Peserta diwajibkan mendaftarkan diri pada Lusiana 0878 831 97 200 atau melalui imel jalanuntukautisme@gmail.com. Sesudah itu, pada tanggal 6-9 April 2010 para peserta diharapkan mengambil kaos seragam yang dibagikan secara gratis melalui Ibu Uyan di jalan Panglima Polim II no. 2, Jakarta Selatan…pada pukul 10 pagi sampai pukul 3 siang.
Ayo, kita ramaikan acara ini!
Autisme dan Gangguan Pencernaan
Selama berabad-abad para dokter telah mengetahui bahwa fungsi alat pencernaan yang baik merupakan syarat utama bagi kesehatan. Sistem pencernaan bertanggung jawab untuk memproses masukan makanan yang dibutuhkan supaya semua alat tubuh bekerja dengan baik. Dilain fihak dinding usus juga harus dalam keadaan sempurna oleh karena ia harus bisa menjaga supaya jangan ada benda-benda yang berbahaya masuk kedalam tubuh kita, seperti misalnya virus, kuman, benda asing dan lain sebagainya.
Nutrisi yang optimal sangat penting untuk tumbuh kembang, memperbaiki alat tubuh yang rusak dan usang, dan juga untuk reproduksi. Akhir-akhir ini masyarakat makin sadar akan pentingnya nutrisi bagi kesehatan dan juga makin banyak orang yang mencoba menyembuhkan dan mencegah berbagai macam penyakit dengan melakukan diet. Banyak tulisan yang membahas betapa pentingnya diet yang seimbang untuk kesehatan.
Namun demikian banyak orang yang terbiasa mengkonsumsi diet yang seimbang, namun mempunyai problema pencernaan yang cukup parah. Untuk mereka betapapun baiknya makanan yang dikonsumsi, akan tetap sia-sia bila tubuh tak bisa mencerna, menyerap dan membagikan nutrisi tersebut. Mereka akan mengalami kekurangan berbagai macam nutrisi yang bisa mengakibatkan berbagai macam gangguan seperti asma, penyakit kulit, rendahnya kekebalan tubuh, dan juga gangguan pada system saraf.
Kebanyakan anak-anak dengan ASD (Autism Spectrum Disorder) mengalami gangguan pencernaan seperti : hiperpermeabilitas usus (leaky gut syndrome), malabsorbsi, enterocolitis (peradangan usus), gangguan detoksifikasi dan lain sebagainya.
Semua abnormalitas yang ada pada usus ini mengganggu fungsi pencernaan sehingga timbul berbagai macam defisiensi nutrisi. Vitamin dan mineral yang biasanya kurang pada anak-anak ini adalah vitamin B6, zinc, magnesium, calcium dan selenium.
Segala kekurangan tersebut, ditambah pula dengan adanya gangguan lain seperti :
sensitivitas atau alergi terhadap berbagai macam makanan, pencemaran zat-zat kimia dan logam beracun dari lingkungan, bisa membantu menerangkan mengapa anak dengan ASD mempunyai begitu banyak gejala fisik maupun neurologik.
Untuk anak-anak ini pencernaan yang sehat merupakan hal yang vital. Terganggunya fungsi alat pencernaan mempunyai dampak yang sangat buruk untuk kesehatan anak itu secara menyeluruh. Oleh karena itu dalam menangani anak dengan ASD alat pencernaanlah yang harus diperiksa dan diperbaiki terlebih dahulu.
Kita semua mengetahui betapa sulitnya memberi makan anak dengan ASD. Mereka mempunyai alat pengecapan yang sangat peka, hanya menyukai makanan yang itu-itu saja. Mereka tidak mau untuk mencicipi makanan yang lain. Kebanyakan dari mereka tak suka sayur dan tak suka buah. Bahkan ada yang hanya hidup dari susu dan mi instan dengqan coklat sebagai cemilannya. Tidaklah heran bila banyak dari mereka kekurangan nutrisi dan vitamin. Meskipun susu kandungan proteinnya (casein) tinggi, namun 95% anak ASD alergi terhadap casein dan gluten. Hal ini diketahui dari pemeriksaan “comprehensive food allergy” pada sekitar 200 anak Indonesia dengan ASD.
Mengganti pola makan anak ASD membutuhkan ketekunan, kegigihan dan konsistensi yang luar biasa. Disini peran orang tua dan orang-orang didalam rumah (para opung, tante, oom dan juga pembantu) sangat besar. Semuanya harus sepakat untuk membantu anak tersebut.
Masih banyak orang tua yang merasa gamang untuk menerapkan pola makan yang berbeda tersebut, oleh karena takut anaknya kurang gizi, tantrum, jadi sakit-sakitan dan sebagainya. Namun beberapa orang tua yang berhasil, melihat perubahan yang besar pada anaknya; mereka jadi lebih menyukai makanan yang sehat, pencernaannya membaik, pola tidur jadi bagus, demikian juga perilakunya.
Tentu saja setiap anak berbeda. Bila gangguan yang dialami sianak bukan hanya pada pencernaannya saja, tentu saja hal-hal yang lainnya pun harus diperbaiki.
Dr. Melly Budhiman, SpKJ
Kampanye Peduli Autisme 2010
Kampanye Peduli Autisme merupakan kegiatan tahunan yang dijalankan secara konsisten dan berkesinambungan untuk terus mendidik dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap autisme dan individu penyandang autis.
Kampanye peduli autisme 2010 merupakan kampanye keempat yang dilaksanakan secara terorganisir dan serentak.
Kampanye peduli autisme pertama kali dilaksanakan pada tahun 2007 yakni dimulai dengan melakukan aksi damai membagi-bagi flyer di bundaran HI pada bulan April 2007 (yang merupakan bulan peduli autisme sedunia). Diprakarsai oleh para orang tua penyandang autisme yang tergabung dalam milis putera kembara dan Yayasan Autisma Indonesia, dan didukung oleh artis-artis Ibukota yang perduli, seperti M. Farhan, Dominique Sanda, Nina Tamam, Gading Martin, Jeremy Thomas dan masih banyak lagi. Acara ditutup dengan mengadakan konferensi pers di restaurant Paparazzi di Plaza Indonesia.
Pada tahun 2008, melanjutkan tradisi tahun sebelumnya, bertepatan dengan ditetapkannya tanggal 2 April sebagai hari Peduli Autisme sedunia, YAI dan para sukarelawan mengadakan konferensi pers di warung daun yang kemudan dilanjutkan dengan menyelenggarakan kegiatan autism Expo yang diadakan pada tanggal 26 – 27 April 2008 di Graha Sucofindo yang dibuka oleh Menteri Kesehatan Dr. Siti Fadillah.
Pada tahun 2009, kampanye Peduli Autisme dijalankan dengan mengadakan konferensi pers pada tanggal 2 April 2009, melakukan pendekatan pada media untuk menayangkan sesi-sesi yang terkait dengan autisme baik dalam bentuk talkshow ataupun penayangan Iklan Layanan Masyarakat ataupun dalam bentuk artikel mengenai autisme.
Untuk tahun 2010, Kampanye Peduli Autisme dijalankan melalui rangkaian kegiatan sebagai berikut :
Rangkaian kegiatan
Kampanye peduli autisme di media massa atau jalur komunikasi lainnya selama bulan Maret – Mei 2010 yang didukung oleh para artis, politikus, negarawan dan sebagainya
- Mengadakan kegiatan JALAN BERSAMA PEDULI AUTISME yang akan dilakukan pada tanggal 11 April 2010, dari bunderan Monas sampai ke bunderan HI.
- Mengadakan Expo Peduli Autisme pada tanggal 17 – 18 April 2010 di Graha Sucofindo, Jakarta Selatan yang mencakup:
- Seminar dengan tema dan topik berkaitan dengan gangguan perkembangan autisme
- Pameran hasil karya anak-anak autistik
- Bazaar produk yang bermanfaat bagi komunitas anak autistik
- Area bermain untuk anak-anak yang datang bersama orangtuanya
- Mengadakan Workshop untuk keluarga, terapis, dan guru anak-anak autistik pada tanggal 19 April 2010 di Jakarta Disain Center, Jakarta Barat.


